
created by WARTA MATURA
Kraksaan, 5 Maret 2026 — Ekstrakurikuler Jurnalistik WartaMatura kembali mengadakan kegiatan Resa-Are (Nyare Malem Sambil Acreta) pada minggu kedua. Kali ini, topik yang diangkat adalah fenomena yang sedang marak di kalangan remaja selama bulan Ramadan, yaitu “Scroll Medsos Seharian saat Puasa: Ngabuburit Modern atau Buang-Buang Waktu?”. Kegiatan ini dilaksanakan di Musholla SMA Negeri 1 Kraksaan.
Pada minggu kedua pelaksanaan Resa-Are, WartaMatura menghadirkan Nasyifa Aqila (Alumni Matura 2024) sebagai narasumber, serta Hanun sebagai moderator.
Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh pemantik, yaitu Nasyifa Aqila. Menurutnya, topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Ramadan saat ini. Ia juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menceritakan keseharian mereka selama menjalani Ramadan tahun ini.
Seiring berjalannya sesi diskusi, pembahasan menjadi semakin menarik dan suasana terasa semakin hangat. Beberapa peserta saling menjawab pertanyaan berdasarkan sudut pandang masing-masing, serta berbagi pengalaman pribadi mereka selama menjalani Ramadan.
Dalam sesi diskusi, pemantik juga memberikan pertanyaan kepada peserta mengenai perbedaan ngabuburit zaman dahulu dan sekarang. Salah satu peserta menyampaikan pendapat bahwa dahulu orang lebih sering menghabiskan waktu ngabuburit dengan bermain di luar rumah atau berkumpul bersama teman. Sementara itu, saat ini banyak remaja yang lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain ponsel atau melakukan scroll di media sosial.
Beberapa peserta lain juga turut memberikan pendapat mengenai perbedaan kegiatan ngabuburit dari dulu hingga sekarang. Selain itu, ada pula peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemantik maupun peserta lainnya sehingga diskusi menjadi lebih aktif dan menarik.
Setelah diskusi selesai, pemantik memberikan kesimpulan dari kegiatan Resa-Are minggu kedua ini. Ia menyampaikan bahwa Ramadan hanya berlangsung selama 30 hari, sementara media sosial dapat diakses kapan saja. Namun, belum tentu kita dapat kembali merasakan Ramadan di tahun berikutnya. Oleh karena itu, yang terpenting bukanlah seberapa lama kita melakukan scroll di media sosial, tetapi apa yang tumbuh di dalam diri kita selama menjalani Ramadan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang belajar menahan diri.
Acara kemudian ditutup oleh moderator, Hanun, dengan ucapan terima kasih serta harapan agar diskusi yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi para peserta Resa-Are yang hadir pada kegiatan tersebut.
penulis ( Nesya Kinantha Sefi )
