
created by WARTA MATURA
Kraksaan, 13 Maret 2026 — Dalam suasana bulan Ramadan, Teater Dekik SMAN 1 Kraksaan menggelar pentas teater berjudul “Puasa Bersama Nenek” yang dilaksanakan di Aula SMAN 1 Kraksaan pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini terbuka bagi siswa-siswi SMAN 1 Kraksaan maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan pertunjukan sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Acara dibuka dengan open gate pada pukul 14.30 WIB dan close gate pada pukul 15.00 WIB. Setelah para penonton memasuki aula, pertunjukan teater dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 17.20 WIB dengan antusiasme penonton yang memenuhi aula sekolah.

Pementasan teater “Puasa Bersama Nenek” menceritakan kisah seorang anak perempuan bernama Suci yang harus tinggal bersama neneknya setelah kedua orang tuanya pergi ke luar negeri. Orang tua Suci tidak kembali ke Indonesia karena merasa gengsi tidak dapat membawa oleh-oleh, sehingga Suci harus menjalani kehidupannya bersama sang nenek. Pada bulan Ramadan, Suci menjalani hari-harinya dengan berpuasa dan berbagi kebersamaan dengan neneknya meskipun tanpa kehadiran kedua orang tuanya.
Persiapan pentas dilakukan oleh para anggota Teater Dekik selama beberapa minggu sebelum hari pementasan. Mereka menjalani berbagai latihan untuk mempersiapkan penampilan terbaik di atas panggung.

“Kalau persiapan itu kan pasti berminggu-minggu, mungkin sekitar dua sampai tiga minggu. Setiap pulang sekolah kita latihan terus, mulai dari latihan vokal, ekspresi, tata panggung, make up, dan lain sebagainya,” ujar Amel, salah satu aktor dalam teater “Puasa Bersama Nenek”.
Namun, proses persiapan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama karena latihan dilakukan di tengah bulan Ramadan.
“Banyak banget tantangannya. Ada juga teman-teman yang tumbang karena kita latihan sambil puasa. Banyak yang ngeluh capek, tapi kita tetap harus latihan. Kita merasakan kelelahan yang luar biasa karena latihan sambil lari-lari dan teriak-teriak,” tambah Amel.
Penampilan para aktor berhasil menghadirkan cerita yang menyentuh hati penonton. Salah satu penonton, Andini, mengungkapkan kesannya setelah menyaksikan pertunjukan tersebut.

“seru, terus tadi juga ada pemeran anak kecilnya yang bikin keinget masa-masa kecil. Tadi juga hampir mau nangis,” ungkapnya.
Selain menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas di bidang seni peran, kegiatan ini juga memiliki tujuan sosial. Seluruh hasil penjualan tiket dari pertunjukan teater ini disumbangkan sepenuhnya kepada anak-anak yatim piatu di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama di bulan Ramadan.
Penulis ( Celena Zora Sasmita )
