
created by WARTA MATURA
Kraksaan–Probolinggo. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, SMA Negeri 1 Kraksaan mulai menerapkan Gerakan Tanpa HP di lingkungan sekolah. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan handphone yang dapat mengganggu konsentrasi siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Dampak Positif di Lingkungan Sekolah
Sejak aturan ini diperketat, terlihat perubahan yang signifikan di area kantin dan lapangan saat jam istirahat. Jika sebelumnya siswa cenderung asyik dengan dunianya masing-masing melalui layar ponsel, kini aktivitas diskusi kelompok, membaca buku di pojok literasi, serta berolahraga bersama kembali menjadi pemandangan utama.

Ibu Riana Puji Lestari, S.Pd., selaku guru Geografi, menyampaikan bahwa penggunaan handphone yang tidak terkontrol sering kali membuat siswa sulit fokus di kelas. Menurutnya, handphone memang memiliki sisi positif, namun tanpa pembatasan yang jelas justru dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi dan kedisiplinan belajar siswa.
“Saat ini banyak siswa yang sulit lepas dari HP. Padahal, di dalam kelas fokus utama mereka adalah belajar. Karena itu, perlu adanya pembatasan penggunaan HP agar siswa benar-benar memperhatikan pelajaran,” ujarnya.
Gerakan Tanpa HP ini tidak berarti melarang sepenuhnya penggunaan teknologi, melainkan mengajarkan siswa untuk mengontrol diri dalam menggunakan handphone. Sekolah mendorong agar HP hanya digunakan untuk keperluan pembelajaran dan di luar jam pelajaran.
Indriani Anastasya (Tasya) dan Dwi Elistiana (Elis), siswa kelas XII Soshum 2, juga mengungkapkan pendapat mereka terkait kebijakan tersebut. Mereka menyatakan bahwa dengan berkurangnya penggunaan gadget di sekolah, siswa menjadi lebih aktif berinteraksi secara langsung dengan teman-teman dan lingkungan sekitar.
“Kalau tidak pegang HP terus, kami jadi lebih banyak ngobrol, diskusi, dan bermain bersama. Suasana sekolah juga terasa lebih hidup,” ungkap siswa kelas XII Soshum 2 tersebut.
Ibu Riana dan para siswa berharap, dengan adanya pengurangan penggunaan gadget, nilai-nilai budaya tradisional dapat kembali dilestarikan, seperti permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. Permainan tersebut dinilai mampu melatih kerja sama, kebersamaan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Melalui Gerakan Tanpa HP ini, SMA Negeri 1 Kraksaan berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, fokus, dan seimbang antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya tradisional.
Penulis ( Aurelya Davina Aprilia )
