
created by WARTA MATURA
Kraksaan, 14 Februari 2026 — Ekstrakurikuler Teater Dekik SMA Negeri 1 Kraksaan sukses menggelar pementasan teater bertajuk Mangga Emas yang berlangsung meriah di Aula SMA Negeri 1 Kraksaan. Kegiatan ini menampilkan karya siswa Teater Dekik dan dibuka untuk umum, sehingga dapat disaksikan oleh berbagai kalangan, mulai dari siswa, keluarga, hingga masyarakat umum. Naskah Mangga Emas sendiri ditulis oleh salah satu anggota Teater Dekik, Malika Nuril F.
Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Tomi Lazuardi, S.Pd., selaku guru Seni Budaya SMA Negeri 1 Kraksaan. Dalam sambutannya, beliau membuka dengan salam seni budaya yang penuh semangat, dilanjutkan dengan ucapan terima kasih serta selamat datang kepada seluruh penonton yang hadir. Beliau juga menanyakan siapa saja siswa yang terlibat sebagai pemeran dalam pementasan tersebut dan menyampaikan bahwa para siswa yang berperan akan mendapatkan tambahan nilai pada mata pelajaran Seni Budaya. Ucapan itu langsung membuat sorak gembira dari para siswa yang terlibat dalam pementasan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Ary Wibowo, S.Pd., selaku pembina Teater Dekik yang juga merupakan guru sejarah di SMA Negeri 1 Kraksaan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sebenarnya beliau jarang memberikan sambutan, namun kali ini merasa perlu untuk menyampaikan apresiasi kepada para penonton dan peserta didiknya. Beliau juga mengajak hadirin untuk sejenak mendoakan almarhum Bapak Hari Sampurno. Selain itu, beliau menceritakan proses awal terbentuknya naskah Mangga Emas.
“Ada waktu di mana Malika konsultasi naskah kepada saya, tetapi masih berupa deskripsi saja. Saya bilang ke Malika, ‘ini bukan naskah, ini namanya sinopsis’. Setelah tiga hari, Malika kembali konsultasi dengan naskah yang masih setengah karena katanya mentok segitu. Kemudian, dalam waktu satu minggu, dengan bantuan teman-teman dan revisi dari saya, akhirnya naskah Mangga Emas ini bisa selesai,” ujar beliau. Di akhir sambutan, beliau juga menyampaikan harapan agar Teater Dekik ke depannya dapat terus berkembang dan semakin maju.

Pementasan berlangsung dengan aman dan tertib. Para penonton tampak antusias menikmati jalannya penampilan teater. Di tengah pertunjukan, hujan deras sempat turun, namun tidak terlalu berdampak buruk karena kondisi aula tetap kondusif. Air hujan yang sedikit masuk pun segera dibersihkan oleh panitia Teater Dekik sehingga pertunjukan dapat terus berlangsung dengan lancar dan penonton pun nyaman.
Karya Mangga Emas menyampaikan berbagai makna kehidupan yang relevan dengan kondisi saat ini. Salah satu penonton, Febry, mengungkapkan kesannya, “kita sebagai manusia jangan terlalu serakah, karena di part saat ibu-ibu ingin menjual mangga emasnya tanpa memedulikan sekitar.

”Sementara itu, penulis naskah, Malika Nuril F., menjelaskan lebih detail bahwa ide cerita diangkat dari fenomena yang sering terjadi di kehidupan masyarakat saat ini. “Makna cerita ini diambil dalam keadaan yang sering terjadi sekarang, banyak sekali orang-orang yang terlalu egois. Arti mangga emas sendiri itu seperti ‘hutan’ yang di mana orang-orang jarang memedulikan sekitar dan hanya membuat bencana alam di sekitar kita, jadi karya ini tuh diambil karena sesuai dengan kondisi di Indonesia sekarang,” ucapnya. Karena itu, dengan adanya karya ini dapat memberikan kesadaran bagi para penonton agar selalu menjaga alam sekitar.
Di akhir pementasan, seluruh pemeran naik ke atas panggung untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan diakhiri slogan Teater Dekik. Tepuk tangan meriah dari penonton memenuhi Aula SMA Negeri 1 Kraksaan sebagai bentuk apresiasi atas penampilan mereka.Setelah acara selesai, para penonton mengabadikan momen dengan berfoto di depan gerbang aula dengan latar belakang lukisan Mangga Emas dan bersama para pemeran. Panitia Teater Dekik juga mendokumentasikan momen untuk kenang-kenangan acara mereka.
Penulis ( Raihanun Almira )
