

SMAN 1 Kraksaan telah melaksanakan gawe pendidikan beberapa waktu lalu. Yaitu Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka. Selama 17-22 Juni 2022, lima hari, melaksanakan tatap muka. Dan pendampingan lapangan beberapa minggu. Tujuannya satu: menyukseskan kurikulum merdeka.
Ya, tahun ini sekolah yang acap disebut Matura ini terpilih sebagai sekolah pelaksana kurikulum merdeka. Ada beberapa istilah baru yang wajib warga sekolah ketahui. Baik bapak ibu guru maupun warga sekolah lainnya. Ada P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) hingga SDGS. Sebenarnya bukan istilah baru jika dikaitkan dengan eksistensi istilah itu. Melainkan pembahasan detailnya dalam wujud praksis baru muncul pada kurikulum merdeka ini.
Kepala SMAN 1 Kraksaan, Bambang Sudiarto, menjelaskan sekolah melakukan upaya maksimal untuk persiapan menerapkan kurikulum merdeka ini pada tahun pelajaran 2022-2023. Artinya kelas X, yang merupakan angkatan murid baru tahun ini, akan menjadi anak didik pertama yang melaksanakan kurikulum merdeka. Harapannya dengan mengadakan IHT (In House Training) ini, dapat membantu bapak ibu guru untuk makin memahami dan menjiwai kurikulum merdeka nantinya. “Utamanya saat memberikan pelayanan pendididikan kepada anak-anak, sehingga mereka dapat terfasilitasi dengan baik,” kata pria kelahiran kabupaten Jember tersebut.
Ada pun koordinator tim pengembang kurikulum, Eva Early Nur Hidayati, menyampaikan salah satu hal khusus yang menyenangkan adalah adanya P5. Sebab melalui P5 ini, bapak ibu guru dapat menfasilitasi anak untuk tumbuh budi pekerti luhurnya. Yakni dengan berkolaborasi melaksanakan program berbagai tema yang kaitannya dengan SDG (Sustainable Development Goals). Mulai dari Kewirausahaan hingga Pembangunan jiwa raga anak. “Saya rasa dengan program ini, kita bisa lebih berkolaborasi bersama anak. Mewujudkan konsep berpihak pada anak,” tutur guru yang akrab disapa bu Eva ini.
