
created by WARTA MATURA
Kegiatan Diklat dan Pelantikan Gabungan PMR Madya dan Wira sukses dilaksanakan pada 10–11 Januari 2026 di SMP Negeri 4 Kraksaan. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi lima sekolah, yaitu SMP Negeri 4 Kraksaan, SMP Hati, SMA Negeri 1 Kraksaan, SMK Negeri 2 Kraksaan, dan SMA Hati. Sebagai program kerja resmi FORPIS Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini bertujuan untuk menyetarakan kompetensi relawan muda PMR di wilayah Kraksaan. Kehadiran Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, Dr. Adi Nugroho W.D., turut memberikan motivasi dan semangat bagi seluruh peserta.

Pelaksanaan Diklat Dasar tahun ini mengusung konsep Wahana Kepalangmerahan yang terinspirasi dari kegiatan Jumbara X Provinsi Jawa Timur. Melalui metode simulasi alat, peserta diuji pemahamannya terhadap tujuh materi pokok, mulai dari Pertolongan Pertama hingga Kepemimpinan. Konsep wahana ini dirancang untuk membentuk karakter relawan masa depan yang kreatif, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Peserta tingkat Madya dan Wira tampak antusias mengikuti setiap simulasi yang disajikan secara interaktif dan menantang.
“Senang karena dapat pengalaman baru, terus seru banget bisa kenalan dan kerja bareng teman-teman dari sekolah lain,” ujar Aprilia Dwi Kartika, salah satu peserta diklat tingkat lanjut. Pengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para relawan muda yang jarang mendapatkan kesempatan pelatihan gabungan dalam skala besar. Selain mempelajari keterampilan kepalangmerahan, peserta juga membangun jejaring dan kebersamaan antar-sekolah di wilayah Kraksaan.

Sementara itu, Diklat Menengah lebih menitikberatkan pada praktik langsung pertolongan pertama dalam kondisi darurat, khususnya di ruang terbatas. Peserta diberikan berbagai skenario nyata, seperti penanganan korban pingsan dan luka di lingkungan sekolah, guna melatih kecepatan, ketepatan, serta kerja sama tim. Pembagian peran sebagai penolong, korban, dan pengamat dilakukan untuk mengasah kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam situasi kritis.
Meski kegiatan berjalan lancar, tantangan cuaca berupa hujan deras sempat mengguyur area perkemahan sehingga kondisi lokasi menjadi becek. Selain itu, padatnya jadwal kegiatan juga menjadi catatan evaluasi bagi panitia terkait manajemen waktu ke depannya. Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta yang tetap disiplin mengikuti seluruh rangkaian penilaian juri. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi peserta dalam menghadapi Jumbara Kabupaten yang akan diselenggarakan pada akhir tahun.

“Saya selaku Koordinator FORPIS Kabupaten Probolinggo mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh panitia serta kakak fasilitator kami, Kak Abi dan Kak Ayek,” ungkap Raisya Alifa Drienda. Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antar-unit PMR mampu menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan berdampak positif. Acara ditutup dengan penyerahan piala predikat kepada lima unit sekolah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan perjuangan selama dua hari kegiatan.
penulis ( Habibah Nur Tasya, Diniyatul Hasanah, Qurro Ainin Hakim Bustami )
