

Para guru Matura dan Smadapro mempersembahkan tekad kolaborasinya lewat foto bersama di ruang pertemuan SMAN 2 Probolinggo, Selasa (28/06/2022)
Kurikulum merdeka sudah di depan mata. Setelah beberapa hari bergulat dengan pendampingan tatap muka kurikulum merdeka, tiba saatnya merasakan denyut nadi sekolah pelaksananya. Tentu bukan Matura dulu dong, tapi sekolah lain. Ya, Matura mengadakan kunjungan studi tiru ke salah satu SMA penggerak di Probolinggo, Selasa (28/06/2022) lalu. Sebanyak 20 personel matura yang terdiri atas bapak ibu guru dan komite sekolah meluncur ke sekolah tersebut. Tepatnya sekolah sebelah kabupaten Probolinggo, yaitu di kota Probolinggo. SMAN 2 Probolinggo (Smadapro) bersedia berbagi dengan Matura. Apa pengalaman mereka selama menjalani kurikulum merdeka setahun pelajaran?
Beberapa murid SMAN 2 Probolinggo menjadi pembicara awal. Mereka menyajikan pengalaman mengikuti kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Salah satunya tentang kewirausahaan dan pembangunan lingkungan berkelanjutan. Untuk kewirausahaan mereka lakukan dengan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi produk karya ekonomis mandiri. Ada pun berkaitan dengan lingkungan, mereka membuat alur perencanaan hingga evaluasi tentang konservasi air.
Tak kalah seru, juga ada tentang kebhinekaan global yaitu pagelaran karya seni. Mulai seni tari hingga seni musik. Ada pula pmaeran tentang pembuatan produk kriya dari barang bekas. Dengan konsep daur ulang. Memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai seni.
Kepala SMAN 2 Probolinggo, Erni Prasetyawati, mengungkapkan pelaksanaan kurikulum merdeka memang penuh perjuangan. Apalagi sekolahnya masih merupakan tahap percobaan saat tahun 2021 kemarin. Di tengah perjalanan, ada saja yang berubah. Mulai istilah P5 hingga mengenai capaian pembelajaran.
“Selalu ada perubahan, dan saya harap nantinya teman-teman di SMAN 1 Kraksaan tidak kaget jika tiba-tiba ada perubahan. Kami sebagai kakaknya sudah pengalaman selama setahun kemarin. Tapi insya Allah yang tahun ini mungkin sudah lebih mantap,” tutur mantan kepala SMAN 1 Tongas ini.
Ada pun kepala SMAN 1 Kraksaan, Bambang Sudiarto, mengutarakan apresiasinya kepada SMAN 2 Probolinggo karena telah bersedia untuk didatangi menjadi tempat studi tiru. Sebab smadapro telah menjadi sekolah penggerak terlebih dahulu pada tahun kemarin. Ilmu dan pengalaman yang bapak ibu guru dan murid-murid smadapro peroleh menjadi pengetahuan awal bagi Matura untuk mantap melangkah menyongsong kurikulum merdeka.
“Kami senang diterima dengan penuh keramahan di sini. Kami juga mohon izin nantinya bapak ibu guru dapat menimba ilmu pada masing-masing unit di sekolah bu Erni. Insya Allah sudah kami bawa semua pihak-pihak terkait di sekolah kami untuk belajar banyak di sini,” terang pria yang akrab disapa Bambang ini.
Bapak ibu guru Matura pun menyebar untuk saling berdiskusi bersama punggawa dari smadapro. Ada yang sambil santai di tengah taman sekolah, berbagi di ruang BK, hingga bersua di ruang guru. Semuanya terlihat mengutarakan pendapat dan mendengarkan tiap paparan dari masing-masing unit di SMAN 2 Probolinggo.
“Senang sekali bisa seru-seruan belajar mengenai kurikulum merdeka dengan bu Ani. Kebetulan saya sebagai guru BK datang bersama teman-teman guru lainnya untuk mengetahui sejauh mana sih kita bisa menfasilitasi anak-anak menemukan dan mengembangkan bakat minat anak-anak dalam belajar dan memilih mata pelajaran pilihan nantinya di kelas XI, sebab kan sekarang sudah tidak ada penjurusan,” tandas Yuana Kristiyorini, guru BK SMAN 1 Kraksaan. (ziq)
